Hi, pembaca setia blog ku, apa kabar semua. Kini joshap kembali akan membahas Madura. Pertanyaanya adalah kenapa harus Madura kog gak daerah lain yang lebih baik dari itu? Mau tahu jawabannya, langsung aja disimak.
Alkisah, konon ada seorang bayi terlahir dan tumbuh berkembang menjadi pemuda yang gagah, tampan, keren, dan baik hati. Ups itu intro saja dari aku, hehehe, wkwkkwk, ^_^.
Kalau aku membicarakan Madura, itu sudah menjadi hal biasa bahkan sudah terbiasa dengan Madura. Madura merupakan salah satu pulau terluar dari pulau Jawa, tepatnya sebelah timur dari Jawa Timur berdekatan dengan Surabaya, terpisah oleh selat Madura tetapi kini sudah tersambung dengan adanya jembatan SURAMADU. Pulau Madura terdiri dari 4 Kabupaten yaitu Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep. Budaya yang terkenal yaitu Karapan Sapi Madura. Makanan khas yaitu soto Madura dan sate Madura.
Wah kog saya bercerita kemana-mana, tetapi bukan itu yang ingin saya ceritakan. Tetapi mengenai Madura terlihat di kaca mataku. Pasti pembaca bertanya-tanya, dari tadi bahas apa sekarang mau cerita apa? Jadi bingung deh, hehehe. Saya dibesarkan dikeluarga Madura, nenek moyang dari ibu merupakan penduduk Madura tulen, bahkan ibu saya sendiri tulen 100 % orang Madura.
Sebelum saya kuliah di Madura tepatnya di Univeritas negeri pertama di Madura dan ke- 7 di Jawa Timur, Madura masih saya kenal sebatas dari Ibu saya dan saudara-saudara saya. Tetapi semua berubah 180 derajat ketika saya hidup mandiri di tanah air Madura (kata Ibuku). Dengan itu maka Madura terlihat di kaca mataku.
Pasti pembaca bertanya-tanya kenapa Madura terlihat di kaca mataku? padahal dilihat tanpa memakai kaca mata pun Madura kelihatan dari Pelabuahan Perak. Simpel saja, soalnya saya pemuda yang memakai kaca mata, hehehe, aneh dan tidak sambung.
Perubahan itu secara jelas membuka pandangan saya secara luas mengenai Madura melalui kaca mata saya. Madura terlihat di kaca mataku berhubungan sekai tiap waktu saya menghabiskan masa studi di Madura. Saya tahu Madura lebih detai lagi. Dengan Madura terlihat di kaca mataku, saya bisa memperoleh informasi, ilmu, serta filosofi kehidupan, kebudayan, dan pribadi dari masyarakat Madura secara langsung.
Madura telihat di kaca mataku membuat saya bisa lebih menghargai orang Madura, karena sebelumnya aneh melihat orang Madura (tidak berlaku buat Ibu dan saudara-saudaraku) saat berbicara bahasa Madura dan bahasa Indonesia.
Apalagi itu, pasti pembaca makin bingung memahami cerita saya, sudahlah, lanjut dulu saja. Oke para pembaca ?
Setelah beberapa tahun hidup mandiri di Madura, ternyata Madura banyak hal yang bisa kita nikmatin dan kita lihat. Keindahan Madura sendiri belum tereksplor ke media maupun masyarkat luar Madura. Seiring saya sering mengikuti kegiatan komunitas-komunitas di Madura saya lebih paham dan mengerti Madura sehingga menambah koleksi Madura terlihat di kaca mataku.
Pembaca yang terhomat apa sudah mengetahui Madura? Jika belum silahkan dipelajari kembali, karena postingan akan semakin ribet, membingungkan, dan lain-lain. Hehhehe, Peace !
Madura terlihat di kaca mataku itu memiliki banyak pesantren di tiap Kabupatennya, saya tidak mempunyai data jelasnya berapa jumlah banyak pondok pesantren yang berkembang di Madura. Maka saya bisa dong menjuliki “Madura Sejuta Pondok Pesantren” percaya atau tidak para pembaca, saya persilahkan. Karena berkembangnya pondok pesantren di Madura maka kehidupan bermasyarakatnya juga ikut berkembang sesuai dan bahkan mengabdopsi kebudayaan pondok pesantren misalnya bagi kaum lelaki Madura memakai sarung merupakan kebiasaan di pondok pesantren, tetapi fakta budaya itu kini sudah menjadi hal biasa bagi kaum laki-laki di Madura memakai sarung tidak hanya untuk beribadah tetapi juga melakukan aktivitas sehari-sehari seperti ke pasar atau mengantar anak ke sekolah. Namun tidak hanya memakai sarung juga disertai dengan kopyahnya jadi satu set.
Percaya atau tidak percaya para pembaca silahkan dicek sendiri. Silahkan berkunjung ke Madura untuk membuktikannya. Gratis kog untuk melihat saja. Heheheh
Selanjutnya ada tebak-tebakan, kenapa Jepang tidak berani menjajah daerah di Pulau Madura? Para pembaca ada yang bisa menjawab. Jawabannya simple, karena jepang takut akan kekuatan masyarakat Madura. Pembaca pasti bertanya, kekuatan apa yang di miliki rakyat Madura? Itu karena rakyat Madura memiliki kekuatan bergerilya dan terampil, yaitu terampil dalam menghancurkan tank, senapan, kapal Jepang. Wow keren ! pasti pembaca kagum, dan bertanya, dengan apa rakyat Madura bisa mengahancurkan senjata-senjata jepang. Bukan bamboo runcing, bukan senapan, bukan meriam tetapi palu besi. Rakyat Madura akan menghancurkan senjata-senjata jepang dengan palu itu lalu setelah itu akan di loakkan, wkwkwkwkwk, keren ya rakyat Madura meloakkan besi-besi dari senjata-senjata itu maka Jepang takut. Kalau membaca sedikit guyonan tetapi agak maksa, hehehehe. Madura memang terkenal dengan pengusaha loak besi-besi tua di seluruh pelosok Indonesia. Ups para pembaca jangan meremehkan masyarakat Madura yang bekerja jadi tukang loak besi-besi tua itu, jangan dikira gak menghasilkan apapun. Faktanya banyak masyarakat Madura yang sukses dan kaya karena besi-besi tua, gaji PNS atau pegawai swasta kalah dibandingkan pengusaha loak besi-besi tua. Silahkan di cek saja, jangan-jangan tukang loak yang keliling atau tetangga sebelah adalah masyarakat Madura, hayo segera cek deh. Hhehhe. Maka Madura juga terkenal dengan pengusaha besi tuanya itu yang membuat Madura terlihat di kaca mataku.
Wow kaya karena besi tua, masa sih, aku mau bercita-cita jadi pengusaha besi tua. Hehhe. Biar kaya raya seperti orang Madura dan ditakuti sama Jepang. Wkwkwkwkw.
Masyarakat Madura tidak mau dibilang rakyat Jawa Timur atau Jawa, yang terjadi kalau mereka ditanyai asal dari mana, akan dijawab orang Madura. Ow Jawa Timur ya, pasti akan dijawab lagi, bukan, orang Madura. Serta kalau bilang masyarakat yang berasal dari luar Madura, pasti menyebutnya orang Jawa. Jadi masyarakat Madura tidak mau dipanggil sebagai orang Jawa juga, tetapi tetap orang Madura (Oreng Madureh). Para pembaca pasti bertanya-tanya, masa sih? Betul-betul. Tetapi itu memang kenyataanya, saya sudah ada buktinya dari orang Madura aslinya. Itulah Madura yang terlihat dari kaca mataku sebagai kekuatan prinsip kebudayaan masyarakat terhadap tanah tercinta yaitu Madura.
Nah orang manakah sekarang anda, para pembaca bisa menjawabnya masing-masing, dan akuilah kalau pembaca sebagai orang Madura. Hehehehe, mantapkan?
Dari Madura terlihat di kaca mataku juga menyadarkanku bahwa Madura merupakan daerah di Indonesia yang tingat buta hurufnya tinggi bahkan menjadi yang tertinggi. Disadari atau tidak disadari oleh masyarakat Madura itulah yang terjadi. Tentu saja itu terjadi karena banyak factor misalnya tingkat pendidikan, fasilitas, serta motivasi yang dibutuhkan generasi muda yang ada di Madura.
Para pembaca terkejut, jangan terkejut, Madura butuh kepedulian dalam hal buta aksara, tenaga pendidik dan penyuluhan betapa pentingnya sebuah pendidikan untuk masa depan. Hayo para pembaca ada yang berminat, langsung saja datang ke Madura. Tunjukkan kepedulian pembaca terhadap sesame, Mantap !
Isu yang terhebat adalah nama Madura itu bakalan menjadi nama sebuah mobil mewah buatan pabrik Italia. Kalau nama itu bener-bener menjadi nama sebuah mobil, maka kebudayaan dan kearifan masyarakat Madura akan terkikis oleh mobil itu dengan kemewahan dan keistimewaanya.
Isunya Lamborghini Madura masih proses rancangan, semoga saja tidak jadi, karena akan sangat berbeda antara Madura sebagai sebuah lokasi yang bermukim masyarakat yang menjunjung tradisi dengan Madura sebagai merk varian sebuah pabrik mobil Itali yang terkesan glamor, mewah, dan istimewa. Dua nama dengan berbeda arti dan makna. Mana yang keren? Saya tetap akan memilih Madura sebagai sebuah lokasi dan daerah di Indonesia yang berbentuk pulau. Itulah yang Madura terlihat di kaca mataku.
Madura merupakan sebuah konten lokal yang harus di duniakan di internet, dan dilestarikan supaya hal-hal seperti kesamaan nama satu sisi nama pulau dan satu sisi nama varian dari pabrik mobil di Itali. Para pembaca akan bertanya
Kenapa harus mendukung konten lokal?
“Konten lokal dapat menjadi sebuah pencitran terhadap yang hal yang belum diketahui yang terdapat di daerah masing-masing di Indonesia, apakan itu pencitraan baik atau buruk juga dipengaruhi konten lokal yang bertebaran di internet. Konten lokal juga dapat dikatakan pintu masuk hal yang baru, misal jika konten lokal Madura banyak banget dengan pencitraan baik pasti banyak berminat untuk tinggal dan berkunjung ke Madura, namun jika sebaliknya akan membuat masyarakat malas membicarakan Madura.”
Sebut salah satu konten local yang saat ini dibutuhkan oleh Indonesia?
“Dari pertanyaan itu sangat jelas bahwa konten lokalnya adalah Madura“
Jelaskan alasan mengapa memilih salah satu konten local yang disebutkan?
“Karena Madura sesungguhnya daerah yang menarik, bahkan bisa lebih menarik Madura dari Bali. Tidak ada yang tahu Madura seperti apa, masyarakat banyak memperoleh info mengenai hal-hal negative mengenai Madura seperti penduduknya menakutkan, rampok, carok, dan lain-lain. Dengan konten lokal Madura yang tersebar di internet akan membuka mata bahwa Madura tidak hanya itu saja, tetapi ada hal terbaik yang bisa dinikmati dan dipelajari dari Madura itulah Madura terlihat di kaca mataku.“
Dari sekian postingan saya pasti pembaca bertanya mengenai implementasi konten local tersebut pada aplikasi sehari-sehari?
“Kini masyarkat Indonesia sudah tahu dan kenal Madura terlihat pada jembatan yang menghubungkan antara Surabaya dan Madura yaitu SURAMADU, dari nama saja Madura sudah menjadi konten local. Untuk penggemar sate pasti sudah tahu semuakan, sate juga menyematkan Madura pada satenya yaitu SATE MADURA. Selain itu juga pada budaya event karapan sapi, kata Madura sering di tambahkan pada setiap acara karapan sapi yang di adakan di Madura sehingga menjadi KARAPAN SAPI MADURA.
Contoh di atas merupakan sedikit penggunaan pada wilayah offline, sedangkan pada wilayah online, sudah banyak blogger daerah yang memposting mengenai Madura dari segi konten pun sungguh dan memberikan pencitran bagus. Untuk saat ini memang Madura terlihat di kaca mataku, tetapi saya yakin Madura terlihat di kaca mata dunia.”
Semoga tulisan ini menjadi saksi untuk konten local Madura menjadi terbaik dan terima kasih kepada XL Konten Seru,


Ria Lyzara says:
suka statement,knpa jepang gk jajah madura

saya juga punya pndangan sndri tntng Madura
check this yo..hehe
http://casthazahra.blogdetik.com/2011/10/31/jangan-salah-dengan-madura/
renaldi says:
yey madura
Widuri says:
saya suka ini,,,
senasib sebangsa….